Serigala Berbulu Domba
Salah satu tulisan dari buku yang ditulis oleh Mang Ucup (halaman 34-36 cetakan kedua 2005 penerbit Kairos) mengatakan: "Serigala Berbulu Domba" julukan yang cocok untuk diberikan kepada sebagian penginjil zaman sekarang. Kenapa demikian? Karena penginjil atau pendeta sekarang bukan hanya agresif, bahkan sudah dinilai buas. Buas yang dimaksud adalah wajib menginjil semua orang, baik non Kristen maupun Kristen. Kalau "non Kristen' ditobatkan menjadi domba Allah, masih dapat dimengerti. Tetapi yang sudah Kristen ditobatkan menjadi Kristen lagi, aneh bukan? Karena alasan berbeda merk atau brand makapara pelayan Tuhan berbebutan dan saling nyolong atau mencuri domba gemuk. Apakah Tuhan Yesus mengajarkan agar kita menuai diladang orang? Apakah Tuhan Yesus mengajarkan agar kita jadi maling? Coba renungkan!"
Peristiwa serigala berbulu domba tidak berhenti sampai disini saja, melainkan ada banyak peristiwa lain yang memilukan hati Tuhan. Pewarta Firman yang sesungguhnya adalah penyambung lidah dari Tuhan lewat firmanNya, tetapi pada kenyataan ada banyak pewarta firman tidak menyampaikan kebenaran secara jelas dan gamblang, melainkan apa disampaikan secara remang-remang atau burem. Ada banyak juga pewarta firman dalam menyampaikan firman Tuhan selalu mengiming-imingi umat Tuhan dengan berkat. Jadi tanpa disadari umat Tuhan hanya mencari berkat. Padahal untuk melakukan perintah Tauhan, apakah kita hatus menuntut upah? kalau sikap umat Tuhan seperti ini betapa matrenya orang-orang yang menyebut dirinya anak Tuhan. Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita bahwa
Orang-orang yang melakukan firman Tuhan adalah orang-orang yang mengasihi Tuhan, bukan orang-orang yang mengejar berkat Tuhan (Yohanes 14:15).
Semua ini dikerjakan mungkin demi kekuasaan, mungkin juga demi harta, dan sebagainya. Kalau sudah demikian, maka
Pengajaran yang benar tidak lagi disampaikan, bahkan pengajaran akan disampaikan oleh pewarta demi memuaskan keinginan telinga pendengar (2 Timotius 4:3).
Pola ini sudah masuk dalam perangkap Iblis. Jerat ini sering dialami oleh para pemimpin Kristen. Jerat ini disebut tiga jalan yang menuju kerusakan moral, dan ini bukan hal yang baru, melainkan tipu muslihat kuno yang selalu digunakan iblis.Karena umat Tuhan terbiasa dengan firman Tuhan yang mengenakkan telinganya maka para pewarta firman pun sewenang-wenang (Yeremia 5:31).
Ini ciri-ciri pemimpin yang tidak mengalami kemajuan rohani. Jadi kalau pemimpin tidak mengalami kemajuan, maka pemimpin akan mudah keliru, sehingga orang-orang Kristen bisa berbeda dalam kegelapan.Dalam Yohanes 2:16 terkandung ketiga hal tersebut yaitu; "keinginan daging, keinginan mata, serta keangkuhan hidup".
Ini berbahaya dan bahaya ini muncul dari sosok munafik yang disebut serigala berbulu domba, yang tentu saja banyak berkeliaran disekitar kita. Kalau kita perhatikan antara tampang domba dan serigala sebenarnya memiliki kemiripan. Kemiripan ini dapat dilihat apabila bulu-bulu domba dicukur, lalu dikenakan pada serigala, maka kita tidak akan mudah untuk mengetahui bahwa itu sesungguhnya binatang buas. Bayangkan, kita berada diantara pemimpin yang kelihatan begitu rohani, alim dan rajin dalam pelayanan, tetapi ternyata berhati buas.
Dalam Matius 7:17 Tuhan Yesus mengatakan sekaligus mengingatkan: "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar sebagai domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas".
Jadi, kita sebagai pengikut Yesus harus ingat bahwakita adalah domba-domba-Nya. Walau banyak sekali sosok serigala berbulu domba disekitar kita, selam sepanjang hidup kita mengandalkan Tuhan, maka kita akan luput dari bahaya, sebab Tuhan adalah gembala yang baik seperti tertulis dalam kitab
Mazmue 23: " Tuhan adalah gembalaku.... Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku...."















